Posts Tagged ‘sunyi

10
Nov
09

lagu itu datang lagi …

LAGU ITU DATANG LAGI

dan lagu itu datang lagi dalam sakitku
mencabik-cabik rindu
membuatku hanya ingin mati
di jantungmu

10 November 2009
5.19 pm
Bogor

09
Nov
09

di tumpukan kata-kata ….

DI TUMPUKAN KATA-KATA

begitu saja kata-katamu tertidur di rahim waktu
seperti bayi yang baru saja lelap di peluk ibu
seperti angin yang akhirnya lelah mengejar mimpi

“berhenti!” kataku
dan aku mulai membawa keranjang waktu
tempat kau biasa menidurkan doa-doamu
menyelipkannya di antara hujan
di sekuntum sunyi
di daun-daun sepi
dan aku sudah berlari ketika senja itu hidup
dan angin telah berhenti di pintu rumahmu
dan aku tak juga bisa menemukanmu
hanya sempat bertanya pada kayu-kayu
“di mana dia?”
“ia sedang nyenyak di tumpukan kata-katanya,”
jawab kayu-kayu
maka aku pun pergi
merangkum kembali jejak-jejakmu
di ujung sore
berharap embun esok hari
membangunkanku di kamar puisi

9 Nov 09, 5.07 pm
Bogor

05
Nov
09

adzan dan puisi …

adzan_diserang_gaza

ADZAN DAN PUISI

dan adzan pun datang
menjemput sunyi nama-nama
dan aku harus mati
hanya untuk sekuntum sepi
padahal rindu ingin puisi
selalu lindap di mimpi-mimpi
padahal aku ingin redup
seperti daun di hatimu

5 Okt 2009
Bogor

05
Nov
09

di daun-daun hati …

KP Daun Coklat1

DI DAUN-DAUN HATI
—untuk Sayuri Yosiana

di daun-daun hati
Yuri mulai berpuisi
membisikkan cinta
di ranting-ranting kecil

di tangkai-tangkai rindu
Yuri membalutkan bahasa
ada luka menggores kayu
ada sakit pada akar

Yuri tak tahu di mana sunyi
hanya ada senyum
di dahan-dahan tua

22 Okt 09, 7.59 pm

04
Nov
09

arwah para malaikat …

gambar-awan-mirip-malaikat

ARWAH PARA MALAIKAT
—untuk INtan IRmawati

lima hari lagi, maka suaraku akan jatuh di lelapuk awan.
senja yang menggelepar adzan
kan memburu mataku untuk sepi.
asap dan segala debu dari geram mesin
sesaruk-sesaruk kan menyiakanku dari keramaian
lalu lamat menimpakan tubuhku di hening sunyi.
aku hidup dan saat itu aku mati.
hingga pertengahan hari ketika matahari bercerita
tentang kemenangannya atas dunia,
akar di sukmaku ini masih juga
meresap air yang tak tentu.
aku ingin lurus bercecapung merawat cahaya,
dari lembar-lembar daun dan cecabang pohon,
kan kupeluk semua
dan menimpakan semua jauh pada semua.
ingin kuraut ujung jejari ini
jadi pensil-pensil yang bisa menulis
dan menerjemahkan makna kekosongan.
tapi kekosongan selalu hanya kekosongan,
tanpa titik dan tanda tanya,
tanpa debu dan gesek suara,
tanpa rintik dan detik cahaya,
tanpa angin, tanpa humus,
tanpa sukma.
sukmaku kini tanpa sukma,
hanya arwah para malaikat
yang datang bersamaan di ujung magribh,
menyisakan kecup Tuhan di kening Adam,
menyiakan rapuh doaku
untukmu.

Oktober, 2004

03
Nov
09

kopi …

hot-coffee
KOPI

sejak mati,
kau tak bisa lagi
menyeduh secangkir kopi
sementara musim masih hujan
bau dingin di dahan-dahan kecil
memberi bahasa untuk sunyi

apakah di sana
kau masih saja meminum kopi
walau aromanya sudah lama
dimakan waktu?

03
Nov
09

hanya sekuntum sepi …

HANYA SEKUNTUM SEPI

semuanya sudah pergi saat hujan
kembali jatuh di matamu.
tak ada angin ataupun pelangi.
hanya burung-burung kapinis
yang sekedar bersarang di pohon-pohon tinggi.
hanya sekuntum sepi yang kau tabur di hatiku.
sunyi. seakan senyummu
kembali muncul
di langit biru.




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

July 2017
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Jumlah KorbaN

  • 62,440 jiwa