Posts Tagged ‘Puisi

29
Apr
10

langit ApriL …

LANGIT APRIL

seperti ada duka pada seekor burung yang melintas
di langit April. sepi dan hening menyerupai sebuah
kata yang mati. angin, siapakah yang bisa bicara
dengan angin dan mengantarkan rinduku
yang luka kepadanya?

seperti ada garis-garis luka di langit April
menautkan hatiku pada awan, pada dingin
pada sekelumit doa yang tersebar
di udara

Bogor, 29 April 2010

17
Mar
10

selalu ada namamu..

SELALU ADA NAMAMU

selalu ada waktu yang terpotong
saat namamu lindap jadi kata-kata
jadi serupa silhuet yang muncul
di malam-malamku yang dingin

selalu ada lirik yang hilang
saat namamu lindap jadi sebuah lagu
yang tak sedikit pun kupahami
seperti ada rindu yang tak pernah ingin pergi

selalu ada hujan yang berhenti
saat namamu lindap jadi rindu yang mengamuk

selalu ada namamu di hatiku
di labirin-labirin rinduku yang beku

Bogor, 16 Maret 2010

11
Jan
10

efek terlalu sering menulis puisi …

Menjadi seseorang yang ‘pandai’ menulis puisi, tidak serta merta membuat kita mengemukakan segala sesuatu dengan puitik. Menjadi seseorang yang ‘bisa’ menulis puisi, tidak serta merta membuat kita melulu mengetik status di fesbuk yang isinya adalah puisi, atau kata-kata yang diungkapkan dengan puitik. Menjadi seseorang yang ‘berbakat’ dalam puisi, tidak serta merta membuat kita memandang setiap karya secara perfect lalu mengesampingkan sisi-sisi estetikanya. Menjadi seseorang yang dikatakan ‘ahli’ menulis puisi, tidak serta merta membuat kita merasa bahwa setiap puisi yang tidak memenangkan sayembara atau tidak diterima di media adalah puisi yang tak layak. Menjadi seseorang yang ‘jatuh cinta’ pada puisi, tidak serta merta membuat kita kehilangan selera humor. Menjadi seseorang yang ‘melulu’ kerjanya menulis puisi, tidak serta merta membuat kita jadi ‘mellow’ setiap saat. 😀

Ada hal yang cukup menggelikan ketika seseorang sudah teramat ‘akut’ dengan puisi. Mereka yang biasanya mengatakan sesuatu dengan sederhana dan mudah dicerna, tiba-tiba jadi suka mengungkapkannya dengan kata-kata ‘rumit’ atau diksi atau kiasan. Ada juga yang lebay, yaitu dengan memuji-muji sesuatu atau seseorang dengan kata-kata puitik. Ada juga yang seharusnya menulis surat resmi, tapi malah banyak disisipi kata-kata puitik. Ya, macam-macam. 😀

Satu hal yang baru saja gua alami, tadi sehabis sholat shubuh, gw kan berdoa. Nah, yang biasanya gw bilang, “Ya Allah, ampunilah hamba!” tadi malah berubah jadi “Ya Allah, ampunilah SUARA hamba!” 😀 Yaelah, kenapa harus SUARA gw yang dimintai ampun? Terus gw nya sendiri gimana? Dasar. Lama-lama gw bisa bilang, “Ya Allah, ampunilah PUISI-PUISI hamba!” 😀

08
Jan
10

lewat sebaris doa …

LEWAT SEBARIS DOA

lewat sebaris doa
kukumpulkan puing-puing dukamu
setelah gempa itu pergi
tak banyak yang tersisa
pada jejak-jejak itu
persis hanya namamu
yang tertaut maghrib
ah, maghrib baru saja datang
mengajak kau dan aku
berkelindan dalam sunyi

8 Januari 2010

08
Jan
10

menunggu petang …

MENUNGGU PETANG

menunggu petang
seperti menunggu silhuetmu
berkejaran dengan reruntuh awan
memapah rinduku di sebaris gerimis
menjadikan ruang di hatiku
serupa kanvas yang berair
sayang, biarkan petang ini
mengulum rindumu jadi gerimis
biar nyenyak tidurku
nanti malam

8 Januari 2010

08
Jan
10

aku ingin mematahkan rindumu jadi kata-kata …

AKU INGIN MEMATAHKAN RINDUMU JADI KATA-KATA

aku ingin mematahkan rindumu
jadi kata-kata, jadi bahasa yang kan
meremangi hatiku dengan episode-episode lama
dan jika saja kau ada
aku ingin memeluk bau di tubuhmu
lalu menjerangnya di hatiku
hingga kering dan empuk
mungkin akan kusantap sambil
merenungi senja yang digelayuti awan
sambil terus khidmat pada lagu dan puisi

aku ingin mematahkan rindumu
jadi kata-kata, jadi serupa penyakit
yang penawarnya adalah engkau

8 Januari 2010

07
Jan
10

dalam sujud …

DALAM SUJUD

sekuntum doa baru saja
menyentuhku dalam sujud
memaksa hujan kembali membekaskan
dingin, menjadi serupa rindu
yang lekat di jendela
dzikir, sudah lama diganti puisi
kertas-kertas bermalas-malasan
mengintip awan Desember yang gelap
dari balik pintu
kapan kau akan datang lagi
menjembatani ruhku dan Tuhan
dan segala rupa angin
yang dicekam duka?
kapan kau akan hinggap lagi
menyayat-nyayat sujudku
yang diam tanpa suara?

2 Desember 2009
4.39 pm
Bogor

07
Jan
10

selepas magribh …

SELEPAS MAGRIBH

dan suaramu lagi-lagi
melubangi hatiku dengan peluru
yang kau buat dari keringat
dan doa-doa

dan aku seperti sepi
yang menghilang selepas magribh
menjadi garis-garis mimpi
yang tumpah saat kau sujud
saat kau duduk
saat kau kembali merangkumkan
degup jantungmu jadi
dzikir-dzikir cinta

dan adzan memang hilang
membawa sholatmu jauh
ke ujung rindu
maka biarkanlah suaramu
bergaung dalam puisiku
membuat pecah jendela kata-kataku
memotong-motong habis
sakit dan dukaku

3 Desember 2009
4.49 pm
Bogor

07
Jan
10

rindu kitab suci …

RINDU KITAB SUCI

lalu kapan kau akan
kembali memetik daun,
memanen usia yang sudah
lama dijelajahi waktu,
mengumpulkan sisa-sisa matahari
jadi silhuet tipis,
melukai kertas dan puisi-puisimu,
hingga ayat-ayat mulai muncul
dari sekawanan angin,
dari setumpuk lelah,
dari suaramu yang
merindukan kitab suci?

30 November 2009
Bogor

07
Jan
10

hujan …

HUJAN

hujan engkau hujan
membasah di rumput-rumput
membuat gigil kulit tubuhku yang dingin

baru saja selesai kurawat doa-doamu
jadi kepingan dzikir yang rapuh
dan malam seperti menghilang di balik dinding
menimpakan waktu pada jarumnya yang kurus

duh, aku rindu suara adzan
seperti mimpi yang enggan bersuara
seperti bulan yang menghilang di kolam-kolam
seperti sepi yang mengantarku menuju sunyi
menjemput kembali angin rindumu
yang kini tinggal buih

duh, aku rindu suaramu
yang suka menjelma jadi shubuh
jadi magribh, jadi isya
aku rindu mimpi-mimpi
yang selalu kau tinggalkan
dalam sujud

13 November 2009
6.35 pm
Bogor




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

July 2020
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jumlah KorbaN

  • 65,455 jiwa