Posts Tagged ‘pohon

04
Nov
09

rindu senja …

senja

RINDU SENJA

ya Allah
senjamu menghilang
di antara pohon-pohon palma
redup bersama rinduku
untuknya

July the 12th, after sunset

Advertisements
04
Nov
09

pesawat kertas …

pesawat-kertas-rabu

PESAWAT KERTAS

sebelum senja menjadi malu
dan memalingkan mukanya ke daun-daun itu,
aku telah melipat kertas-kertas yang ia berikan
lalu kuubah jadi pesawat.
di kertas itu kutuliskan nama, alamat,
tanggal lahir dan segala yang menautkan rinduku di sini.
aku terbangkan helai kertas itu
sambil berdoa agar ia mendengar
semua yang kutulis walau hanya desisnya.

sebelum senja kehilangan warna
dan malam lindap di rerimbunan pohon,
kertas itu terus saja melayang,
menikuk ke sana dan ke sini,
bergerak menjauh dan mendekat.
aku ingin kertas itu hinggap di puncak pohon yang tinggi
agar suaranya semakin jelas memeluk angin.
aku ingin angin segera berbalik
dan membawa kertas itu berkelindan menuju petang.
tetapi, adzan magribh mulai rambat di detak jantung,
malam tiba dan helai kertas yang kuterbangkan
masih saja terus melayang
mencari diri nya.

2004

03
Nov
09

hanya sekuntum sepi …

HANYA SEKUNTUM SEPI

semuanya sudah pergi saat hujan
kembali jatuh di matamu.
tak ada angin ataupun pelangi.
hanya burung-burung kapinis
yang sekedar bersarang di pohon-pohon tinggi.
hanya sekuntum sepi yang kau tabur di hatiku.
sunyi. seakan senyummu
kembali muncul
di langit biru.

03
Nov
09

sepasang sayap dari hujan …

wings_05

SEPASANG SAYAP DARI HUJAN

sungguhkah hujan ini adalah doa-doamu
yang kembali dari langit,
setelah kau berikan sepasang sayap
di pundakku.
dengan sayap ini aku telah belajar meraba udara
dan napas malaikat. aku pun kini
sudah mulai menggapai awan,
mencium reranting pohon.
dan pucuknya yang basah kucium
hingga membasah.
lalu kutabur serbuk sari di bunga-bunga
menjadi hujan yang sama,
menjadi doa-doamu
yang kembali.

2005

03
Nov
09

takbir di ujung malam …

ujung malam

TAKBIR DI UJUNG MALAM

Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar!
Laa ilaaha illallahu Allahu akbar,
Allahu akbar wa lillah ilham

dan kudengar takbir di ujung malam, bergaung di antara air dan tanah, serupa seruan yang memanggil untuk pergi ke suatu tempat di mana rinduku akan mati. di sanalah, ruhku akan jatuh dan tubuhku menjadi sepotong mayat yang telanjang. lapuk dan kian lenyap oleh tanah. di sanalah, jantungku kan lelah dan memotong aortanya sendiri hingga darah kan berhenti berdzikir.

dan kudengar, takbir berkumandang di mesjid-mesjid.
getarnya mengalir membaui gugusan pohon, menikam hening dan melukai barisan doa. hingga jatuh di jantungku, lekat di sana. sementara beratus orang telah lama menangisi bumi, menangisi bunga-bunga yang tak juga mekar, sawah yang tak juga menguning, orang-orang yang tak juga bicara tentang ketuhanan di hatinya.
sementara takbir terus bergetar di ujung malam, serupa nyanyian kesuburan para petani yang menanti musim tuai. serupa rindu para ibu akan arwah para bayi. serupa doaku yang terkubur jauh di rahimMu.

February, 2005

02
Nov
09

surat dari sehelai daun …

couples

SURAT DARI SEHELAI DAUN

tiba saatnya aku rebah di hempasan pohon pinus dan mulai membaca surat-surat yang tertulis pada daun seperti membaca halaman-halaman buku tentang tanah. dari daun-daun ini aku tahu bahwa tanah yang lima tahun lalu kita lewati bersama iringan gembira anak-anak yang memainkan layang-layang, telah menjadi sebuah tempat yang kehilangan senyum mereka. bahwa rerumput hijau yang selalu basah di pagi hari, kini menjadi seonggokan aspal dan debu yang selalu akan menutupi kegembiraan yang tersisa. dari daun-daun ini aku tahu ibu bapak kita telah terusir karena rumahnya dimakan tanah dan berubah menjadi bangunan tinggi yang tak terjangkau oleh kacamata mereka sebagai orang-orang dari desa tertinggal. dan kubayangkan mereka mencari-cari sisa kegembiraan di sudut-sudut kota yang tak terjamah fasilitas dan teknologi. sepanjang hari terus berlindung dari debu dan asap sambil mengingkari kebodohan yang menelantarkannya dari dunia.

aku ingin menangis, tapi daun-daun ini terus berjatuhan menyampaikan helai demi helai kalimat yang menceritakan suatu evolusi masal dari demokrasi kita ini. segala hal tentang kalimat masa lalu hanya tercatat dalam pikiran kita yang tak bisa mereplika globalisasi hidup yang terjadi. kita sekarang hanya akan menulis tentang kegembiraan di masa lalu itu, karena kita seakan tak bisa menemukan ayat kegembiraan di antara demokrasi yang

Mei, 2004




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

November 2017
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Jumlah KorbaN

  • 62,885 jiwa