Posts Tagged ‘matahari

07
Jan
10

rindu kitab suci …

RINDU KITAB SUCI

lalu kapan kau akan
kembali memetik daun,
memanen usia yang sudah
lama dijelajahi waktu,
mengumpulkan sisa-sisa matahari
jadi silhuet tipis,
melukai kertas dan puisi-puisimu,
hingga ayat-ayat mulai muncul
dari sekawanan angin,
dari setumpuk lelah,
dari suaramu yang
merindukan kitab suci?

30 November 2009
Bogor

Advertisements
21
Nov
09

puisi lama …

PUISI LAMA

aku akan kembali sebelum shubuh
sebelum adzan mulai mengganggu tidurmu
kau tahu? semalam kutemukan puisi
yang bertahun-tahun ini kucari
puisi ini kubuat untukmu dulu
menjelang siang
sebelum matahari begitu terik
saat kau sedang bersama anak-anakmu
anak-anakku, anak-anak yang kita
cintai dengan bahasa dan kata-kata

cinta
apa itu cinta?
tak pernah jelas kugambarkan cinta
di kedua matamu. sama seperti puisi ini
karena cinta bukanlah garis vertikal-horizontal
yang bisa begitu saja tumpah di buku gambar
karena cinta bukanlah bait-bait cerita
yang sibuk dengan kata-kata

puisi yang kutemukan ini
adalah satu dari cintaku yang tercecer
adalah satu dari rindu yang menggumpal
mengendap, mengeras
menjadi jalan-jalan hati yang baru

15 November 2009
11.44 pm
Bogor

04
Nov
09

hanya senja di mataku …

Picture 179

HANYA SENJA DI MATAKU

di pipimu, air mata menjadi sungai
yang mulai menepi ke laut hatiku.
pasir, hanya hening yang tak bisa bicara.
bisu.

di ujung hatimu,
bayang-bayang matahari tinggal usia,
lindap jadi buih.
padahal timur tinggal sesaat di dada.
padahal laut masih jauh di hatimu.

maka masih adakah pasir di sana?
hanya ada senja di mataku.
penuh awan, pekat rindu
dan air mata

19 Juli, 2006

04
Nov
09

arwah para malaikat …

gambar-awan-mirip-malaikat

ARWAH PARA MALAIKAT
—untuk INtan IRmawati

lima hari lagi, maka suaraku akan jatuh di lelapuk awan.
senja yang menggelepar adzan
kan memburu mataku untuk sepi.
asap dan segala debu dari geram mesin
sesaruk-sesaruk kan menyiakanku dari keramaian
lalu lamat menimpakan tubuhku di hening sunyi.
aku hidup dan saat itu aku mati.
hingga pertengahan hari ketika matahari bercerita
tentang kemenangannya atas dunia,
akar di sukmaku ini masih juga
meresap air yang tak tentu.
aku ingin lurus bercecapung merawat cahaya,
dari lembar-lembar daun dan cecabang pohon,
kan kupeluk semua
dan menimpakan semua jauh pada semua.
ingin kuraut ujung jejari ini
jadi pensil-pensil yang bisa menulis
dan menerjemahkan makna kekosongan.
tapi kekosongan selalu hanya kekosongan,
tanpa titik dan tanda tanya,
tanpa debu dan gesek suara,
tanpa rintik dan detik cahaya,
tanpa angin, tanpa humus,
tanpa sukma.
sukmaku kini tanpa sukma,
hanya arwah para malaikat
yang datang bersamaan di ujung magribh,
menyisakan kecup Tuhan di kening Adam,
menyiakan rapuh doaku
untukmu.

Oktober, 2004

04
Nov
09

sekerat senja untukmu …

senja1

SEKERAT SENJA UNTUKMU

sayang kau tak ada,
padahal telah kupetik senja ini
hanya tuk membuatmu tersenyum.
ketika orang-orang di seluruh pelosok dunia
sibuk menyiapkan hadiah termahal
dan termewah untuk kekasihnya,
aku hanya akan memberimu sekerat senja
untuk kau nikmati.

berkelebatan percik cahaya semu matahari
dengan goresan mega yang memerah redup
menautkan segalanya pada dirimu.
ya, hari ini aku ingin memberimu senja
tapi tak sekejap pun silhuet bambu
menorehkan rindu yang nyata.
tak sedikit pun bisik angin
menyelipkan suaramu di rerimbun daun.

lihatlah, timur benar-benar memerah
jadi kedua pipimu, seakan bercerita padaku
tentang malam yang selalu akan jatuh
menambatkan keheningan. gelap.
lihatlah, di jauh sana gemiru gunung
telah cukup dewasa tuk mengajari kita hidup.
aku ingin berlari melempar senja ini kepadamu,
meski malam kan segera larut di retina.
aku ingin menyusupkan senja ini di jantungmu
dan mendesahkan degupnya yang maya.

03
Nov
09

rindu air mata …

air mata
RINDU AIR MATA
—untuk Napthalena

di pipimu,
air mata menjadi sungai panjang
yang mulai menepi ke laut hatiku.

pasir, hanya hening yang tak bisa bicara.
bisu. di ujung hatimu,
bayang-bayang matahari tinggal usia,
lindap jadi buih. padahal timur tinggal sesaat di dada.
padahal laut masih jauh dari kakimu.

maka masih adakah pasir di sana?
hanya ada senja di mataku,
penuh awan, pekat rindu
dan air mata.

19 Juli, 2006

03
Nov
09

waktu dan silhuet jiwa …

waktu_family-siluet

WAKTU DAN SILHUET JIWA

dan waktu kembali memasungku
dalam darahnya. seperti hari-hari yang berjalan
memapah matahari.

dan aku kembali menjadi silhuet pohonan
tak ingin lelah mencari jantungku
yang berdetak melebihi jarum hari.
sementara jiwa masih terus memaknai
mimpi-mimpi

April, 2005




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

November 2017
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Jumlah KorbaN

  • 62,872 jiwa

karya-karya favorite …