Posts Tagged ‘kata

17
Mar
10

selalu ada namamu..

SELALU ADA NAMAMU

selalu ada waktu yang terpotong
saat namamu lindap jadi kata-kata
jadi serupa silhuet yang muncul
di malam-malamku yang dingin

selalu ada lirik yang hilang
saat namamu lindap jadi sebuah lagu
yang tak sedikit pun kupahami
seperti ada rindu yang tak pernah ingin pergi

selalu ada hujan yang berhenti
saat namamu lindap jadi rindu yang mengamuk

selalu ada namamu di hatiku
di labirin-labirin rinduku yang beku

Bogor, 16 Maret 2010

08
Jan
10

aku ingin mematahkan rindumu jadi kata-kata …

AKU INGIN MEMATAHKAN RINDUMU JADI KATA-KATA

aku ingin mematahkan rindumu
jadi kata-kata, jadi bahasa yang kan
meremangi hatiku dengan episode-episode lama
dan jika saja kau ada
aku ingin memeluk bau di tubuhmu
lalu menjerangnya di hatiku
hingga kering dan empuk
mungkin akan kusantap sambil
merenungi senja yang digelayuti awan
sambil terus khidmat pada lagu dan puisi

aku ingin mematahkan rindumu
jadi kata-kata, jadi serupa penyakit
yang penawarnya adalah engkau

8 Januari 2010

29
Dec
09

tentang sore …

TENTANG SORE

akhirnya kita harus kembali menanam waktu
di tubuh kita, melingkupkan dingin
pada setiap jejak yang terpotong
menggelinjangkan mimpi jadi kata-kata baru
jadi serupa gairah yang merangkul kita
lalu kau ingin sore hanya
bertengger di dahan-dahan kecil
bersama burung, bersama angin
dan warna-warna usia
tapi aku sudah lama meninggalkan sore
tak bisa lagi membingkaikan senyummu
di tubuhnya

29 Desember 2009

23
Dec
09

dingin yang dibawa malam …

DINGIN YANG DIBAWA MALAM

dingin yang dibawa malam
seperti mengembalikan kata-kata
yang tadi siang kubisikkan
di telingamu
kau pasti sudah tidur
sia-sia saja kubisikkan kembali
karena dingin akan lebih dulu
menghapusnya sebelum
kau terjaga
lama-lama dingin ini
seperti suhu tubuhmu
ingin kurangkul lagi
jejak-jejak cuaca pada tubuhmu
ingin kucium lagi
barisan doa di bibirmu
yang menyelimuti tidurku
yang sendiri

23 Desember 2009
11.45 pm
Bogor

23
Dec
09

lampion dan doa-doa ….

lightopia

LAMPION DAN DOA-DOA

doa-doa kita sudah bermetamorfosa
jadi kabut, memenuhi langit dengan
sejuta kata dan bahasa

“apa doamu?” bisikku
“rahasia,” katamu tersenyum
dan seperti ada garis-garis waktu
pada senyummu, menggelinjangkan
jantungku yang berdetak
tak menentu

dan bau tubuhmu mengantarkan
doa-doa kita ke langit jauh
dan lampion-lampion itu mengecil
jadi serupa titik-titik cahaya
hilang di sana

22 Desember 2009

14
Dec
09

hanya ada hujan …

HANYA ADA HUJAN

hanya ada hujan
saat waktu bergerak lambat
di langit sore
sementara kata-kataku
masih saja berseteru dengan angin
menjadikan suara-suara serupa
silhuet yang bergeser menuju magribh

aku merasa degup jantungku
bicara tentang masa depan
tentang mimpi dan cita-cita
yang entah kapan sudah berubah
wujud jadi kabut
jadi sekawanan kelelawar
yang muncul dari lubang-lubang
kotor di kepala

hanya ada hujan
setelah waktu bergerak lambat
di langit sore
seperti kata-kataku
yang lelah dan tenggelam
dalam adzan

14 Desember 2009
6.12 pm
Bogor

13
Dec
09

kata-kata di jendela…

KATA-KATA DI JENDELA

siapakah yang semalam
menidurkan kata-kata di jendela?
lagi-lagi membiarkan sakit hinggap
di antara doa-doaku yang kehilangan air mata
membuat berantakan sholat-sholatku
yang selalu dirapikan waktu
padahal aku baru mau mengais kata-kata itu
dalam sujudku sore ini
sambil berharap Tuhan mengembalikan
ruang tempat aku biasa berpuisi
tapi dia yang menidurkan kata-kata di jendela
telah menelusupkan batuk dalam sujudku
menjadi parasit yang memakan habis
doa-doaku

13 Desember 2009
3.2 pm
Bogor

13
Dec
09

masa lalu …

MASA LALU

baru saja air wudhu menyetubuhi kata-kata
dan engkau masih juga merawat hatimu dengan lagu-lagu lama
seperti ingin mengajakku kembali ke masa lalu
seperti tak peduli pada televisi
yang selalu melingkupi malam-malam kita
dengan air mata dan kepedihan
maka masih adakah gunanya puisi
yang kugoreskan di halaman masa depanmu?
ataukah semua sudah bermetamorfosa
jadi kata-kata baru,
jadi ayat-ayat yang semakin jauh
meninggalkan kita dalam kepalsuan?

13 desember 2009
3.15 pm
Bogor

04
Dec
09

kau tiba-tiba hilang …

KAU TIBA-TIBA HILANG
—untuk Soni Farid Maulana

dan kau tiba-tiba hilang
di lipatan waktu. membawa
jauh kata-katamu
yang suka kuseduh jadi
puisi-puisi

memang tak ada rindu
di antara kita. lagipula sejak
kapan puisi-puisiku jatuh
di kolam waktumu?
bukankah dimensi selalu
saja membentangkan jarak
yang jauh sehingga aku
harus terus berlari
agar kau bisa melihat silhuetku
tertanam di batu-batu,
di pohon-pohon,
di jalan-jalan,
di setiap detik
yang kau simpan
dalam saku celanamu?

aku bukannya rindu
pada puisi-puisimu
tapi hanya ingin tertidur
pada status-statusmu
yang lucu itu

4 Desember 2009

09
Nov
09

di tumpukan kata-kata ….

DI TUMPUKAN KATA-KATA

begitu saja kata-katamu tertidur di rahim waktu
seperti bayi yang baru saja lelap di peluk ibu
seperti angin yang akhirnya lelah mengejar mimpi

“berhenti!” kataku
dan aku mulai membawa keranjang waktu
tempat kau biasa menidurkan doa-doamu
menyelipkannya di antara hujan
di sekuntum sunyi
di daun-daun sepi
dan aku sudah berlari ketika senja itu hidup
dan angin telah berhenti di pintu rumahmu
dan aku tak juga bisa menemukanmu
hanya sempat bertanya pada kayu-kayu
“di mana dia?”
“ia sedang nyenyak di tumpukan kata-katanya,”
jawab kayu-kayu
maka aku pun pergi
merangkum kembali jejak-jejakmu
di ujung sore
berharap embun esok hari
membangunkanku di kamar puisi

9 Nov 09, 5.07 pm
Bogor




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

July 2020
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jumlah KorbaN

  • 65,455 jiwa