Posts Tagged ‘jauh

04
Dec
09

kau tiba-tiba hilang …

KAU TIBA-TIBA HILANG
—untuk Soni Farid Maulana

dan kau tiba-tiba hilang
di lipatan waktu. membawa
jauh kata-katamu
yang suka kuseduh jadi
puisi-puisi

memang tak ada rindu
di antara kita. lagipula sejak
kapan puisi-puisiku jatuh
di kolam waktumu?
bukankah dimensi selalu
saja membentangkan jarak
yang jauh sehingga aku
harus terus berlari
agar kau bisa melihat silhuetku
tertanam di batu-batu,
di pohon-pohon,
di jalan-jalan,
di setiap detik
yang kau simpan
dalam saku celanamu?

aku bukannya rindu
pada puisi-puisimu
tapi hanya ingin tertidur
pada status-statusmu
yang lucu itu

4 Desember 2009

04
Nov
09

petang dan ilalang …

ilalang

PETANG DAN ILALANG

aku ingin pulang ke rumah senja
melihat senyum anakku melebar di sela-sela ilalang
berdua bersamanya menantikan petang
sambil menyanyikan lagu-lagu pendek
lagu yang tak pernah mencela kami

aku ingin mengirimi anakku sepiring nasi
dengan sedikit garam dan dua potong tempe
dan kami akan bermalas-malasan di teras cinta
berbagi adzan dengan nyamuk dan jangkrik

aku ingin mendekap hangat tubuh mungilnya
membawanya tenggelam jauh
jauh ke negeri-negeri yang mencintai mimpi
sambil sesekali mengusir nyamuk-nyamuk
yang tak pernah mengerti kesusahan kami

aku ingin pulang memeluk anakku
tapi tangan dan suara-suara mencegahku
tapi deru mobil membawaku jauh dari rumah
tapi jarak memisahkanku dari petang dan ilalang

maafkan ibu, anakku
ibu tak bisa pulang

Bogor, 30 Agustus 2009
21:17 Waktu Facebook

04
Nov
09

melukis laut …

ombak1 lowres

MELUKIS LAUT

seperti hujan saat senja menghapus biru,
kulukis laut itu di hampar karang
dan hembusan pasir. bersamanya kutuliskan
lima atau enam kebisuan. Lalu laut itu berkata,

“jangan kau tunggu ombak kan kembali,
karena arus bumi terlalu cepat mengikis suaranya.
setiap detik terasa semakin jauh bertolak dari sini.
kan kau temui kehampaan di kelopak matamu.
dan kau dengar sayup sayu derap kakinya
lamat bergelora pada batu-batu.
apalagi yang ingin kau rasakan?
apalagi yang ingin kau dengar?
lebih kau pergi, sisakan matamu
tuk merangkum cahaya.”

maka aku menunduk sambil mengecup tanah.
pasir ini biarlah cukup menyimpan senja,
dan cahaya kan kugenggam saja
sampai seluruh inderaku kembali.

03
Nov
09

secangkir kopi untuk kakek …

380px-Cup-o-cofee-simple

SECANGKIR KOPI UNTUK KAKEK

alunan sunyi yang kau suntingkan
di sepanjang jalan menuju utara,
adalah secangkir kopi hangat
yang diminum kakek tiap pagi.
adalah seteguk mimpi yang menyelam
ke dasarnya yang gelap
lalu mengepul perlahan
sampai jauh ke utara,
ke arah yang sama ketika kau berjalan.

alunan lagu itu adalah kenikmatan
pada setiap batang rokok
yang dihabiskan kakek di beranda
dan akan padam setelah daun-daun menggeserkan embunnya ke tanah.
alunan suara di bibirmu yang lusuh itu,
telah menjelma secangkir kopi di depan kakek
yang selalu membawanya ke dasar mimpi yang menyamarkan logika dan membungkus pikirannya dengan mimpi.

Secangkir kopi di tangan kakek,
kini tak lagi hangat,
berkali-kali angin telah rebah menyentuhkan dingin di sana.
Mungkin di sepanjang jalan menuju utara,
angin pun menampar tubuhmu yang lapuk
sedangkan alunan nada
kian lamat menyihir hujan.

Bojongpicung, 2004

03
Nov
09

menghitung-hitung waktu …

jam-gj

MENGHITUNG-HITUNG WAKTU

pernah kucoba menghitung waktu, membuka-buka kejadian yang kualami, melihat kau gembira menyanyikan cahaya, menemukanmu tertawa menggambar dunia, menyaksikanmu lelap dalam mimpi, mengingat kau tersenyum melihat bintang.
aku tak sempat bertanya, kenapa kau suka sekali melihat bintang padahal mereka berjarak sangat jauh, tapi mungkin itu segenggam rahasia darimu yang kupendam di hatiku, mungkin bintang-bintang itu begitu dekat bagimu.
ah, ternyata waktu yang kulewati denganmu begitu singkat, pendek. seperti akhir sebuah puisi yang melupakan klimaks, dan hanya berkelut pada kata-kata, pada hati. wahai engkau yang membuatku sendu, buatlah aku sendu sekali lagi sebagai cendera mata atas keberangkatanku ini.

2 Juli 2005

02
Nov
09

dzikir …

sajadah

DZIKIR

malam itu dzikirku melelayang jadi sayap bumi,
menjelajah jauh, merangkul tempat-tempat
yang hidup dengan mimpi
lalu begitu saja hinggap di antara sujud-sujudmu,
mencintai doa dan suaramu.

pada sunyi yang gigil,
hujan masih juga menciummu dengan ayat-ayat mahoni,
menimpakan kegaiban di setiap jalan menuju sorga.
namun denyut jantung kini melebihi jarum waktu.
dan banjir mengirim cintaku lewat kayu-kayu.
aku hitung kerinduan matahari di ufuk barat terjauh.
dan bersama sujudmu kunikahkan tanah dengan awan,
air dengan debu, api dengan pasir.
kulepuh semua rindu yang gigil
jadi lambaian dzikir untukmu
di ujung bumi.

Maret, 2005

02
Nov
09

setelah matamu menjadi pelangi …

rainbow eye

SETELAH MATAMU MENJADI PELANGI

setelah matamu menjadi pelangi,
hujan pun deras di hatiku. basah.
aku biarkan jalan-jalan menuju mimpi
menjadi sungai-sungai yang pekat oleh namamu.
sebelum hujan reda,
jalan-jalan ke rumah telah hilang.
aku tak tahu lagi di mana hatimu,
karena pelangi kini membentang
jarak yang jauh.




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

July 2017
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Jumlah KorbaN

  • 62,440 jiwa