Posts Tagged ‘hati

05
Nov
09

setangkai rindu …

tangkai

SETANGKAI RINDU

setangkai rindu
jatuh di kulitmu
menebarkan warna-warna hati
merangkul habis
bahagia
dan sepiku

5 Okt, 7.45 pm

05
Nov
09

senja ingin lelap …

senja%2Bcerah

SENJA INGIN LELAP

senja ingin lelap dalam waktu
menemani sepi di antara ruang-ruang hati
cinta, sudah lama berpuisi
menyanyikan lagu-lagu
pada jalan
pada hening
pada sebuah luka
di hatiku

lagi-lagi senja ingin lapuk
akan kubiarkan engkau lalu
seperti awan yang menghilang
di ujung senja

5 Okt, 7.08 pm

05
Nov
09

sepotong daun cinta ..

daun-cinta

SEPOTONG DAUN CINTA

sepotong daun cinta
kau timpakan di sini
meninggalkan lubang sebesar rembulan
yang baru saja kau bingkai
di jendela

seringkali kau temui awan
dan hujan tiba-tiba datang
membuat cinta di hati kita
serupa jarak yang tak tentu

“aku ingin pergi,”
ucapmu suatu pagi
padahal dering handphone
masih setia di tidurmu
membiarkanmu manja
di peluk sepi

5 Okt 2009
saat magribh

05
Nov
09

dua gelas kopi …

coffee_planet

DUA GELAS KOPI

dua gelas kopi
meruapkan aroma pagi
senja sudah lama terlelap
embun mulai muncul
di daun-daun hati

ada rindu
yang mengantarkanku padamu
dan tiba-tiba saja jalan itu
penuh dengan namamu
dan aku bisa merangkum baumu
di sela-sela kabut
yang tipis

sepertinya aku rindu padamu
pada aroma kopi
yang kau suguhkan setiap pagi
pada garis-garis senyummu
yang membekas
di langit pagi

5 Okt 5.45 pm

05
Nov
09

di daun-daun hati …

KP Daun Coklat1

DI DAUN-DAUN HATI
—untuk Sayuri Yosiana

di daun-daun hati
Yuri mulai berpuisi
membisikkan cinta
di ranting-ranting kecil

di tangkai-tangkai rindu
Yuri membalutkan bahasa
ada luka menggores kayu
ada sakit pada akar

Yuri tak tahu di mana sunyi
hanya ada senyum
di dahan-dahan tua

22 Okt 09, 7.59 pm

04
Nov
09

laut senja …

20090702180737

LAUT SENJA

di depan laut,
di sana langit merangkulku,
rindu seperti dalam bayangan,
ada getar di lepas senja,
ada dawai di kakiku,
berlabuh pada kabut,
pelipis kesunyian burung-burung,
merangkum detak di jantung,
merangkai cahaya di dasar cahaya,
kelopak matahari menyusup mengintai malam,
senja berputar di kehampaan nada,
aroma sayu, gelora separuh ombak,
aku hidup dalam pasung biru,
di laut lepas dan cahaya,
ada senja yang berkibar menaut rindu,
aku rindu cicit burung-burung,
tapi kelebat angin menghempas gerai hati,
aku rindu suara-suara,
tapi peluk ombak
mengikatku pada karang,
pada laut ini,
pada dirinya.

03
Nov
09

menghitung-hitung waktu …

jam-gj

MENGHITUNG-HITUNG WAKTU

pernah kucoba menghitung waktu, membuka-buka kejadian yang kualami, melihat kau gembira menyanyikan cahaya, menemukanmu tertawa menggambar dunia, menyaksikanmu lelap dalam mimpi, mengingat kau tersenyum melihat bintang.
aku tak sempat bertanya, kenapa kau suka sekali melihat bintang padahal mereka berjarak sangat jauh, tapi mungkin itu segenggam rahasia darimu yang kupendam di hatiku, mungkin bintang-bintang itu begitu dekat bagimu.
ah, ternyata waktu yang kulewati denganmu begitu singkat, pendek. seperti akhir sebuah puisi yang melupakan klimaks, dan hanya berkelut pada kata-kata, pada hati. wahai engkau yang membuatku sendu, buatlah aku sendu sekali lagi sebagai cendera mata atas keberangkatanku ini.

2 Juli 2005

02
Nov
09

selembar bulu di sayap Jibril …

A_single_white_feather_closeup

SELEMBAR BULU DI SAYAP JIBRIL
—untuk Zulfah

malam ini cuckup sepi, aku bisa meraih selembar bulu
di sayap Jibril menjadi bintang-bintang
yang berkedip di langit, untukmu.
lihatlah tangan demi tangannya itu
berpijar menyusun mimpi-mimpi
yang terlahir dari rahim doa.
seperti doamu
yang tiba-tiba saja menyusup di mimpiku,
menyubur wewangian setiap kali malam jatuh
di rumput-rumput. tubuhnya melebar jadi lipatan cahaya
yang memikat bayangan bulan
di kolam-kolam di mana hatiku tertaut.
seperti sepi yang mengembara di separuh jantung,
menjelajahi ruang-ruang mimpi dan suara.
bersama angin, bintang-bintang itu berlalu di mataku.
ia lenyap bersama cahaya, menyisakan waktu
yang kembali mengurungku dalam sayap Jibril.
melukai mimpi-mimpi, menjemput sunyi doa-doa.
selembar bulu di sayap Jibril,
kuubah jadi bintang-bintang di langit jauh untukmu,
agar kau peluk dalam mimpi,
menggambar cahaya
yang terlahir
dari doa.

Maret, 2005

02
Nov
09

getar senja di hatimu …

senja-nan-fitri

GETAR SENJA DI HATIMU

senja yang bergetar di hatimu, Naptha,
adalah rinduku yang memuing
setelah angin itu pergi.
adalah kebisuan yang sengaja menyepi.
menciptakan ruang untuk kita bicara tentang waktu,
tentang masa lalu.

senja yang bergetar di hatimu, Naptha,
adalah hatiku yang terbelah.
adalah luka yang menjadi cinta.
adalah hujan yang turun
memberiku pelangi.

02
Nov
09

hujan di rumput-rumput …

morning_dew

HUJAN DI RUMPUT-RUMPUT
—untuk Nina

lekas saja hujan jatuh di rumput-rumput,
menuai hatiku, mengikis sunyi sepanjang jalan.
kau, baru saja menimpakan senja di retina.
ada air. ada angin.
ada gugusan langit di sela-sela senyummu
yang berkeredap seperti percikan air
di jalan-jalan hati.

begitu berat malam merangkul.
sepi dan sendiri melukai rongga mimpi.
gigil. adakah kau merasa hujan ini untukmu?
daun-daun berkelebat.
keciprak suara air mulai membunuh jarum waktu.
tidakkah kau tahu,
sejak malam lindap di degup jantung,
ada dering yang menggelepar menyayat rindu,
mengguncang, menghempas separuh duka yang tersisa.
itukah suaramu?

3 Juni 2006




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

July 2020
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jumlah KorbaN

  • 65,455 jiwa