Posts Tagged ‘daun

07
Jan
10

rindu kitab suci …

RINDU KITAB SUCI

lalu kapan kau akan
kembali memetik daun,
memanen usia yang sudah
lama dijelajahi waktu,
mengumpulkan sisa-sisa matahari
jadi silhuet tipis,
melukai kertas dan puisi-puisimu,
hingga ayat-ayat mulai muncul
dari sekawanan angin,
dari setumpuk lelah,
dari suaramu yang
merindukan kitab suci?

30 November 2009
Bogor

30
Nov
09

trotoar-trotoar ..

TROTOAR-TROTOAR

Cianjur baru saja ditinggalkan hujan
dan aku masih setia mencari diksi baru
di trotoar-trotoar yang basah
perlahan mengumpulkan kembali
rindumu di antara garis-garis cuaca
mengais dingin di sela daun-daun
membekaskan puisi
pada ranting-ranting kota
yang tua

29 November 2009
3.14 pm
Cianjur

05
Nov
09

hanya segelas air …

segelasair

HANYA SEGELAS AIR

hanya segelas air
yang membuatmu rindu
dan aku mulai memotong gerimis itu
jadi sepotong daun
lalu kuberikan padamu
tapi kau malah pergi
membiarkan dingin
menghapusnya kembali

aku lagi-lagi mengirim potongan
gerimis itu untukmu
menautkan rindu di setiap butirnya
yang mengendap
tapi kau ingin lari
membawa jauh warna sepi

dalam segelas air
kutaburkan puisi
dan aku tak pernah tahu
apa yang kau cari

5 Okt, 7.35

05
Nov
09

lilin dan sekuntum cinta …

05_04_51-candle_web

LILIN DAN SEKUNTUM CINTA

pada sekuntum cinta
kau mengabariku cerita
tentang dingin
tentang daun-daun yang mati
tentang gerbang-gerbang kereta
yang kau naiki setiap hari

pada lilin
kusematkan rindu
sambil terus berdoa
biar waktu cepat lelah
dan aku akan duduk di bangku kosong
menunggumu selesai bermain bau

pada engkau
kutemukan mimpi
melekat
di lembar-lembar Kanji

5 Okt, 7.14 pm

05
Nov
09

adzan dan puisi …

adzan_diserang_gaza

ADZAN DAN PUISI

dan adzan pun datang
menjemput sunyi nama-nama
dan aku harus mati
hanya untuk sekuntum sepi
padahal rindu ingin puisi
selalu lindap di mimpi-mimpi
padahal aku ingin redup
seperti daun di hatimu

5 Okt 2009
Bogor

05
Nov
09

sepotong daun cinta ..

daun-cinta

SEPOTONG DAUN CINTA

sepotong daun cinta
kau timpakan di sini
meninggalkan lubang sebesar rembulan
yang baru saja kau bingkai
di jendela

seringkali kau temui awan
dan hujan tiba-tiba datang
membuat cinta di hati kita
serupa jarak yang tak tentu

“aku ingin pergi,”
ucapmu suatu pagi
padahal dering handphone
masih setia di tidurmu
membiarkanmu manja
di peluk sepi

5 Okt 2009
saat magribh

05
Nov
09

dua gelas kopi …

coffee_planet

DUA GELAS KOPI

dua gelas kopi
meruapkan aroma pagi
senja sudah lama terlelap
embun mulai muncul
di daun-daun hati

ada rindu
yang mengantarkanku padamu
dan tiba-tiba saja jalan itu
penuh dengan namamu
dan aku bisa merangkum baumu
di sela-sela kabut
yang tipis

sepertinya aku rindu padamu
pada aroma kopi
yang kau suguhkan setiap pagi
pada garis-garis senyummu
yang membekas
di langit pagi

5 Okt 5.45 pm

05
Nov
09

puisi di tubuhmu …

navares

PUISI DI TUBUHMU

aku ingin menulis puisi di tubuhmu
menyusuri setiap lekuk bahasa di sana
dalam gairah yang tak pernah habis
aroma hujan
bau daun-daun
rindu di kulitmu menggigil
di musim dingin

ada bahasa di tubuhmu
ada dendam dalam angin
akankah malam ini lenyap dalam shubuh
meninggalkan jejak rinduku
pada bait-bait puisi?

aku ingin menulis puisi
menimpakan rinduku di tubuhmu

Bogor, 21 Okt 09
8.58 pm

05
Nov
09

di daun-daun hati …

KP Daun Coklat1

DI DAUN-DAUN HATI
—untuk Sayuri Yosiana

di daun-daun hati
Yuri mulai berpuisi
membisikkan cinta
di ranting-ranting kecil

di tangkai-tangkai rindu
Yuri membalutkan bahasa
ada luka menggores kayu
ada sakit pada akar

Yuri tak tahu di mana sunyi
hanya ada senyum
di dahan-dahan tua

22 Okt 09, 7.59 pm

04
Nov
09

pesawat kertas …

pesawat-kertas-rabu

PESAWAT KERTAS

sebelum senja menjadi malu
dan memalingkan mukanya ke daun-daun itu,
aku telah melipat kertas-kertas yang ia berikan
lalu kuubah jadi pesawat.
di kertas itu kutuliskan nama, alamat,
tanggal lahir dan segala yang menautkan rinduku di sini.
aku terbangkan helai kertas itu
sambil berdoa agar ia mendengar
semua yang kutulis walau hanya desisnya.

sebelum senja kehilangan warna
dan malam lindap di rerimbunan pohon,
kertas itu terus saja melayang,
menikuk ke sana dan ke sini,
bergerak menjauh dan mendekat.
aku ingin kertas itu hinggap di puncak pohon yang tinggi
agar suaranya semakin jelas memeluk angin.
aku ingin angin segera berbalik
dan membawa kertas itu berkelindan menuju petang.
tetapi, adzan magribh mulai rambat di detak jantung,
malam tiba dan helai kertas yang kuterbangkan
masih saja terus melayang
mencari diri nya.

2004




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

July 2020
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jumlah KorbaN

  • 65,455 jiwa