Posts Tagged ‘dan

23
Dec
09

lampion dan doa-doa ….

lightopia

LAMPION DAN DOA-DOA

doa-doa kita sudah bermetamorfosa
jadi kabut, memenuhi langit dengan
sejuta kata dan bahasa

“apa doamu?” bisikku
“rahasia,” katamu tersenyum
dan seperti ada garis-garis waktu
pada senyummu, menggelinjangkan
jantungku yang berdetak
tak menentu

dan bau tubuhmu mengantarkan
doa-doa kita ke langit jauh
dan lampion-lampion itu mengecil
jadi serupa titik-titik cahaya
hilang di sana

22 Desember 2009

12
Dec
09

kematian dan kekerasan di televisi …

KEMATIAN DAN KEKERASAN DI TELEVISI

mengapa televisi kita gemar sekali
menampilkan kematian?
beberapa hari lalu tiga orang dikabarkan
loncat bunuh diri. kemarin, seorang ibu menangis
setelah mayat anak perempuannya ditemukan
di dalam sumur. pagi ini, sepasang suami-istri
ditemukan mati di lantai dua toko
sepatu miliknya, katanya dibunuh.
lalu seorang tahanan dikabarkan gantung diri
entah karena apa. apa yang ingin
dikatakan televisi?

mengapa juga televisi kita
asyik sekali memamerkan aksi kekerasan
dan unjuk rasa? ratusan warga berseteru
dengan aparat polisi yang ditugaskan
menghancurkan sebuah gereja,
lagi-lagi karena sengketa tanah.
sekumpulan mahasiswa di Makassar
mengeluh dengan diberlakukannya
jam malam di kampus. sekawanan orang
berunjuk rasa memaksa bertemu
dengan gubernur hanya untuk
menyatakan keinginannya agar
kasus Bank Century segera diselesaikan.
petani-petani yang kesal dengan Kelompok
Tani setempat, mendatangi mereka
dan berteriak-teriak.

ah, mengapa harus kematian
dan kekerasan yang menghiasi televisi
kita setiap harinya? apakah di negeri kita
yang katanya aman ini, sudah semakin
sedikit hal-hal positif yang bisa
disajikan di televisi, sehingga kematian
dan kekerasan sudah seperti
sarapan setiap pagi?

12 Desember 2009
5.54 pm
Bogor

03
Dec
09

antara lagu dan puisi ….

Kadang orang suka bertanya, “Bagaimana sih puisi yang bagus itu?” Saya pun pernah menanyakannya kepada seseorang yang memang sudah biasa menulis puisi, tepatnya pertanyaan saya seperti ini, “Seperti apa sih puisi yang layak disebut puisi?” Lalu apa jawabannya. Singkat. “Yang enak saja untuk dibaca.”

Puisi memang macam-macam jenisnya. Ada yang bahasanya ngejelimet, abstrak, gelap, diksi-diksinya susah dimengerti. Ada yang justru bahasanya simple, seperti bercerita, tapi menarik. Ada pula yang hanya berupa permainan kata, permainan bunyi, dan masih banyak lagi. Lalu di antara semua jenis puisi itu, mana yang dikategorikan bagus? Jawabannya, “Saya tidak tahu.”

Setiap jenis puisi itu memiliki kekuatan masing-masing. Satu puisi mungkin jadi menarik karena susah dimengerti, puisi lain mungkin justru disukai karena jelas dan enak dibaca, puisi lain lagi mungkin disukai karena apa yang dibahas sesuai dengan yang dialami pembaca, puisi lain lagi mungkin disukai karena ditulis oleh orang yang disukai pembaca.

Puisi itu seperti halnya sebuah lagu. Seperti apa sih sebuah lagu yang bagus itu? Sejauh yang saya amati saja, orang-orang bisa menyukai sebuah lagu karena hal-hal berikut:
– penyanyinya
– isi/kisah lagunya
– liriknya
– musiknya
– reff-nya
– video klipnya
Mungkin masih ada hal-hal lainnya. Tapi saya batasi enam hal itu dulu. Coba sekarang kalian pikirkan, di antara enam hal itu, mana yang paling mempengaruhi kalian dalam menyukai sebuah lagu? Kalau saya mungkin memilih “reff”. Kenapa? Buat saya yang namanya lagu itu harus enak didengar. Liriknya mau puitis ataupun biasa ya terserah. Kisahnya mau sesuai dengan yang saya alami ataupun tidak ya terserah juga. Tapi kalo soal “reff”, harus benar-benar “enak” di telinga saya. Mungkin intro dan bagian awalnya tidak perlu terlalu enak, itu tidak apa-apa. Tapi ketika “reff”-nya enak, kena githu istilahnya, maka lagu itu saya bilang enjoyable.

Sama halnya dengan puisi. Tidak perlu semua bagian dari puisi itu “srek” di hati pembaca, tapi bagian “reff” atau “klimaks” sebisa mungkin harus memikat. Mau itu sedih, senang, kecewa, atau apapun harus diusahakan membuat pembaca terbawa suasana. Kira-kira begitulah. Kalau soal bahasa, pemilihan diksi, isi puisi, pesan, dan siapa yang menulisnya, itu menjadi nilai lebih, tapi tidak sakral. Memang akan jauh lebih baik jika semuanya juga baik, tapi ya itu kan sulit. Jadi, optimalkan lah salah satu atau beberapa saja. Cari titik-titik di mana pembaca bisa “jatuh cinta” dengan puisi kita. Oke, terima kasih sudah membaca sampai selesai …. 🙂

05
Nov
09

kertas dan puisi …

Kertas+limbah

KERTAS DAN PUISI

“pinjamkan aku
sepotng ruang tuk menulis!”
ucap puisi pada kertas

“tak bisa,” ujar kertas

“loh, kenapa? apa tubuhmu
sudah lelah dimakan waktu?”
tanya puisi keheranan

“tak ada cukup ruang untuk puisi,”
kata kertas sambil membuka
halaman-halaman lalu

“bohong!!” bentak puisi
“bukankah ruang-ruang itu
masih kosong. belum juga
penuh isinya

“ya,” jawab kertas tenang
“tapi sudah lebih dulu
dipesan Skripsi”

5 Okt, 7.42

05
Nov
09

lilin dan sekuntum cinta …

05_04_51-candle_web

LILIN DAN SEKUNTUM CINTA

pada sekuntum cinta
kau mengabariku cerita
tentang dingin
tentang daun-daun yang mati
tentang gerbang-gerbang kereta
yang kau naiki setiap hari

pada lilin
kusematkan rindu
sambil terus berdoa
biar waktu cepat lelah
dan aku akan duduk di bangku kosong
menunggumu selesai bermain bau

pada engkau
kutemukan mimpi
melekat
di lembar-lembar Kanji

5 Okt, 7.14 pm

04
Nov
09

petang dan ilalang …

ilalang

PETANG DAN ILALANG

aku ingin pulang ke rumah senja
melihat senyum anakku melebar di sela-sela ilalang
berdua bersamanya menantikan petang
sambil menyanyikan lagu-lagu pendek
lagu yang tak pernah mencela kami

aku ingin mengirimi anakku sepiring nasi
dengan sedikit garam dan dua potong tempe
dan kami akan bermalas-malasan di teras cinta
berbagi adzan dengan nyamuk dan jangkrik

aku ingin mendekap hangat tubuh mungilnya
membawanya tenggelam jauh
jauh ke negeri-negeri yang mencintai mimpi
sambil sesekali mengusir nyamuk-nyamuk
yang tak pernah mengerti kesusahan kami

aku ingin pulang memeluk anakku
tapi tangan dan suara-suara mencegahku
tapi deru mobil membawaku jauh dari rumah
tapi jarak memisahkanku dari petang dan ilalang

maafkan ibu, anakku
ibu tak bisa pulang

Bogor, 30 Agustus 2009
21:17 Waktu Facebook

03
Nov
09

rumah dan sayap cinta …

the_love_omen_by_gilad

RUMAH DAN SAYAP CINTA

rumah ini, rumah kita yang abadi. penuh seluk beluk sejarah, sarat akan rumus-rumus dan teori. buku harian yang padat bahasa, geliak aneh dan tawa ceria menghiasi halaman-halamannya. di tahun-tahun yang riang, rumah ini merekam tingkah polah kanak-kanak kita, menjadikannya dinding-dinding yang kokoh. di tahun-tahun duka, rumah ini menyelusupkan bau, menghidupkan musik dan air mata hingga kita selalu ingin terjatuh di sana, tersungkup dan tersujud membaca waktu tuk memahami apa makna dunia tanpa cinta.
rumah kita, rumah yang dibangun dengan cinta, yang hanya bisa bertahan dengan cinta, yang selalu memberi kita warna akan kejadian-kejadian yang abadi.
rumah ini, kini kutinggalkan lebih dulu. kutitipkan aromanya, bunga-bunganya, kebunnya segalanya yang penuh cinta untukmu.

Rawabebek, 2 Juli 2005




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

July 2017
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Jumlah KorbaN

  • 62,440 jiwa