Posts Tagged ‘cerita

08
Jul
10

SPESIES HIJAU; Novel Pertama yang Saya Selesaikan … XD

Novel ini bergenre fantasy yang mungkin bagi mereka yang menggemari serial komik Naruto, akan sangat akrab ketika membaca adegan demi adegan di novel ini. Sesuai genrenya yang fantasy, ceritanya pun ngayal. Hahaha. Memang tidak sepenuhnya khayalan seperti Avatar Aang ataupun Naruto sendiri, melainkan perpaduan antara kehidupan di dunia nyata dengan khayalan si penulis (baca: Ardy Kresna Crenata). Ada banyak adegan pertarungan yang ‘tidak logis’, dalam arti disesuaikan dengan kemampuan-kemampuan super si tokoh cerita. Adegan-adegan pertarungan ini dikemas dengan detail dan teliti sehingga ketika membaca dengan baik akan terbayang seperti apa visualisasinya. Sekali lagi, akan ditemukan kecocokannya dengan Naruto.

Yang menarik dari novel ini, selain genrenya yang fantasy, mungkin adalah penyajian alur yang loncat-loncat dan terkesan acak. Novel ini merangkum 3 cerita dari 3 waktu berbeda dengan 3 tokoh utama yang berbeda, yang ketiganya saling berhubungan satu sama lain. Nayna (atau Nina), Airish, dan Alea. Itulah tiga tokoh utama dalam novel ini. Mereka adalah para Spesies Hijau, yaitu orang-orang yang warna iris matanya bisa berubah menjadi hijau dan kemudian memiliki kekuatan-kekuatan super. Mereka mengalami petualangan yang berbeda-beda, meskipun ada beberapa yang seperti dejavu alias mirip dengan yang telah terjadi. Selain Spesies Hijau, ada juga Spesies Merah, Spesies Kuning, Spesies Biru, Spesies Abu-abu, Spesies Hitam, Spesies Jingga, dan Spesies Violet. Masing-masing memiliki kekuatan super yang berbeda-beda ketika ‘berubah’.

Begitulah sedikit ulasan tentang novel ini. Kalau tertarik untuk membacanya dari awal sampai akhir, silahkan download file pdf-nya di sini. Selamat membaca! 🙂

Advertisements
24
Jan
10

Chapter 12 : Terlalu Rumit ..

Airish menemui Lena untuk menceritakan apa yang dia ketahui tentang kematian Alea. Sementara itu, Lena dan orang-orang akademi, telah menemukan Reana meninggal dalam kondisi mengerikan. Siapakah yang membunuh Reana? Apakah benar Alea? Di akhir chapter ini, Sandra yang sedang memegang diary Alea menemukan sesuatu yang mengejutkan tentang Alea. Apa itu? Baca saja selanjutnya di sini.

28
Dec
09

AIRISH : berbeda …

Airish memang masuk kelas praktek Pembuta, tapi ternyata bukan itu bakat yang dimilikinya. Hal ini diketahui Pak Anto ketika Airish membuat teman sekelasnya berteriak-teriak menakutkan. Bagi Pak Anto, hal seperti ini bukan yang pertama kalinya. Ia pun dengan sigap mengatasi kekacauan yang sempat terjadi. Hasilnya, Airish dipindahkelaskan. Apa sebenarnya bakat yang dimiliki Airish? Download saja file-nya di sini. 😀

28
Dec
09

hujan sore ini …

HUJAN SORE INI

hujan sore ini membiuskan kembali
episode-episode tentang cinta
ciumlah baunya yang lekat di kayu-kayu
seperti dulu kau menciumku
dan aku akan menyentuhkan rindu
di kulit lehermu, menelanjangi
kelopak matamu dengan angin
kata-kata

hujan sore ini melembabkan kembali
cerita-cerita tentang kita
tentang bahasa yang kulekatkan
di kulit wajahmu

28 Desember 2009

27
Dec
09

AIRISH: Akademi …

Ini lanjutan dari chapter Mimpi. Alias ini chapter 2. Di sini diceritakan kalau si Airish dibawa ke suatu tempat yang bisa disebut akademi. Di tempat itu Airish dibawa berkeliling untuk melihat-lihat bagaimana saja mereka menangani dan mengembangkan orang-orang yang katanya ‘berbakat’. Lalu Andy, the leader, meminta Airish untuk tinggal di sana dan mengembangkan bakatnya. Bagaimana tanggapan Airish? Download saja pdf-nya di sini. 😐

21
Dec
09

AIRISH: penyelamatan …

Tadinya saya berniat membuat sebuah cerpen untuk Hari Ibu. Tapi ternyata walaupun dilabeli cerpen, rasanya ini lebih cocok sebagai penggalan novel. Walah-walah, novel INdigo saja belum selesai. 😦 Kalau sebelumnya saya sudah membuat cerpen psikologis (yang judulnya Aku Akan Mati Hari Ini), kali ini genre-nya lebih ke action. Hahahha. Kalau membaca cerita Airish ini, kalian akan seperti menonton film aksi Hollywood. 😉

Ceritanya tentang apa? Pendeknya, di sebuah negara yang entah negara apa. Anggap saja Indonesia, diberlakukan kebijakan yang sangat kontroversial, yaitu bahwa negara sedang membersihkan diri dari orang-orang yang hanya mengganggu dan menghambat pembangunan. Seterusnya orang-orang ini disebut ‘parasit’. Siapa saja yang termasuk ‘parasit’? Preman, tukang judi, pelacur, pengemis, orang gila, dan orang tua renta yang sudah tak bisa produktif lagi.

Konflik dimulai ketikaAndre, temannya Airish, meminta bantuan kepada Airish dan teman-temannya untuk menyelamatkan ibunya dari eksekusi. Tanpa sepengetahuan Andre, istrinya mendaftarkan ibunya sebagai ‘parasit’. Di sini bisa dilihat bagaimana karakter Airish yang tidak terlalu peduli terhadap masalah ini karena Airish tidak pernah tahu siapa ibunya. Tapi karena dia dan Andre sudah sangat dekat, dia pun membantunya.

Yang membuat cerita ini sedikit berbeda adalah adanya beberapa orang, termasuk Airish, yang dikatakan memiliki ‘bakat’. Airish misalnya bisa mengunci pikiran seseorang dan bisa juga merasakan kehadiran seseorang yang ‘berbakat’. Ada yang bisa menghilangkan penglihatan. Ada juga yang bisa menggerakkan benda-benda dengan hanya memikirkannya. Airish memiliki teman-teman yang berbakat. Tapi lawannya pun, yang disebut Penyihir, tak kalah berbakatnya.

Bagaimana cerita selengkapnya? Apakah Andre, Airish, dkk berhasil menyelamatkan si ibu dari eksekusi? Download saja di sini.

09
Dec
09

perempuan itu bernama Mawar ….

Aku sedang membaca halaman-halaman awal novel The Host karya Stephenie Meyer di BNI ketika perempuan itu muncul dan berkata, “Ibu boleh duduk di sini?” Aku mengangguk. Dan ia pun duduk di sebelah kananku. Sambil terus membaca, aku perhatikan perempuan itu. Dia sudah renta. Lebih pantas kupanggil nenek. Kulit mukanya yang dikuasai keriput itu dilingkupi kerudung pink. Bajunya juga pink.

“Aa sendirian?” katanya. Aku mengangguk lalu balas bertanya, “Ibu mau ke mana?” “Cibanteng,” jawabnya. Lalu ia pun mulai menceritakan padaku bahwa ia sebenarnya ada janji dengan anaknya–perempuan–di sekitar perempatan. Katanya anaknya itu janji menjemputnya. Dia tinggal di Cibeureum. Tapi anaknya itu tak muncul juga. Aku mendengarkannya bercerita sambil terus membaca novel. Sesekali aku tersenyum.

Sejenak ia diam. Aku masih saja tertunduk membaca kalimat-kalimat berat si Stephenie Meyer. Novel ini membutuhkan konsentrasi untuk bisa memahami apa yang diceritakan. Tiba-tiba saja perempuan renta itu bertanya, “Aa punya uang, Aa?” Aku refleks menengoknya dan tersenyum. “Berapa, Bu?” “Berapa saja,” jawabnya. Masih dengan senyum tersungging kuambil dompet dari saku belakang jeans. Dia tampak memperhatikan tanganku yang memilih-milih lembaran uang. “Ibu kehabisan uang untuk ongkos?” tanyaku. Dia mengangguk. Maka aku pun memberikannya tiga lembar uang seribuan. “Wah, banyak sekali,” katanya. Ia berusaha mengembalkan sebagian tapi kutolak. Kukatakan padanya itu rasanya cukup untuk ongkos ke Cibanteng. Maka ia pun mulai menanyakan namaku. “Ardy,” jawabku. Lalu ia pun menanyakan nama ayahku. Ia mulai bicara tentang mendoakanku dari rumah. Entah doa macam apa. Aku bilang itu tidak perlu. Tapi ia seperti tak menanggapi perkataanku. Singkatnya saat itu juga ia mendoakan beberapa hal untuk kebaikanku.

Sebelum pergi, ia sempat bercerita tentang anak perempuannya yang belum menikah. Dia bilang kalau anaknya itu sangat hati-hati dalam memilih laki-laki. “Yang suka sama dia banyak, Aa,” aku perempuan itu. “Yang namanya orang tua perempuan itu ingin segera anaknya menikah,” lanjutnya, “khawatir karena ini itu.” Lalu ia tiba-tiba saja menyuruhku berhati-hati dalam memilih perempuan. Aku hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah menanyakan jam dan kukatakan sudah hampir jam enam, perempuan itu pamit. Anehnya dia bilang tak akan pulang ke Cibanteng, tapi ke Cangkurawok saja. Aku heran tapi tak kutanyakan mengapa begitu. “Nama ibu Mawar,” katanya saat kami bersalaman. Lalu ia pun berjalan pergi. Sebelum mencapai pagar dia menyapa seorang perempuan. Aku tak tahu apa yang dikatakannya. Perempuan itu menanggapi Bu Mawar dengan ekspresi enggan. Setelah Bu Mawar menjauh, perempuan itu menatapku sejenak.

Aku perhatikan perempuan itu menjauh. Ada sesuatu yang mengusikku. Ke mana ia akan pergi? Apakah semua yang diceritakannya itu benar? Aku pernah mengalami hal seperti ini dulu di Cianjur, tapi ini lebih aneh. Tadi pun sebenarnya ketika ia bercerita ke sana kemari aku sungguh berhati-hati. Aku hanya tidak ingin terjebak dalam hipnotis. Lucu juga. Bisa-bisanya aku menaruh curiga pada seorang perempuan tua. Ya, terlepas dari benar atau tidaknya semua perkataannya itu, aku berharap uang yang hanya tiga ribu itu digunakan untuk sesuatu yang baik. Apakah aku sudah diakali? Tadi bahkan perempuan yang mengenalkan dirinya sebagai Mawar ini sempat bertanya apakah besok aku akan ke sini lagi. Aku bilang aku tidak tahu. Sungguh aneh perempuan tua ini, membuatku jadi bertanya-tanya tentang banyak hal. Tapi kubiarkan ia pergi. Tak apalah seandainya aku kena tipu. Aku ikhlas.***

Bogor, 9 Desember 2009




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

November 2017
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Jumlah KorbaN

  • 62,872 jiwa

karya-karya favorite …