Posts Tagged ‘awan

08
Jan
10

menunggu petang …

MENUNGGU PETANG

menunggu petang
seperti menunggu silhuetmu
berkejaran dengan reruntuh awan
memapah rinduku di sebaris gerimis
menjadikan ruang di hatiku
serupa kanvas yang berair
sayang, biarkan petang ini
mengulum rindumu jadi gerimis
biar nyenyak tidurku
nanti malam

8 Januari 2010

07
Jan
10

dalam sujud …

DALAM SUJUD

sekuntum doa baru saja
menyentuhku dalam sujud
memaksa hujan kembali membekaskan
dingin, menjadi serupa rindu
yang lekat di jendela
dzikir, sudah lama diganti puisi
kertas-kertas bermalas-malasan
mengintip awan Desember yang gelap
dari balik pintu
kapan kau akan datang lagi
menjembatani ruhku dan Tuhan
dan segala rupa angin
yang dicekam duka?
kapan kau akan hinggap lagi
menyayat-nyayat sujudku
yang diam tanpa suara?

2 Desember 2009
4.39 pm
Bogor

10
Nov
09

lagu itu datang lagi …

LAGU ITU DATANG LAGI

dan lagu itu datang lagi dalam sakitku
mencabik-cabik rindu
membuatku hanya ingin mati
di jantungmu

10 November 2009
5.19 pm
Bogor

10
Nov
09

melukis awan …

Clouds

MELUKIS AWAN
—untuk Syahreza Faisal

dia ingin melukis awan
maka ia mengambil segenggam pasir
dan menaburkannya ke atas kanvas
tapi warna tiba-tiba hilang
dan pelangi tak punya cukup ruang
untuk memutar masa lalu

dia ingin melukis awan
maka di bongkahan kayu
di daun-daun tua
ia temukan bahasa
rindu, yang dulu pernah
membuatnya ingin hilang

10 November 09
5.02 pm

05
Nov
09

belajar bernyanyi ….

5-not-di-garis-kunci-g

BELAJAR BERNYANYI

sekuntum mimpi mengajariku bernyanyi
memainkan nada-nada
yang kau rawat setiap hari
mengubahnya jadi kunci-kunci
tempat kau tidurkan puisi-puisi
di dekat pasir
di jauh awan
di sepotong jalan
mimpi mengajariku bernyanyi
semga saja September berbaik hati
menyimpan satu tanggalnya
untukku

5 Okt, 7.51

05
Nov
09

sepotong daun cinta ..

daun-cinta

SEPOTONG DAUN CINTA

sepotong daun cinta
kau timpakan di sini
meninggalkan lubang sebesar rembulan
yang baru saja kau bingkai
di jendela

seringkali kau temui awan
dan hujan tiba-tiba datang
membuat cinta di hati kita
serupa jarak yang tak tentu

“aku ingin pergi,”
ucapmu suatu pagi
padahal dering handphone
masih setia di tidurmu
membiarkanmu manja
di peluk sepi

5 Okt 2009
saat magribh

04
Nov
09

arwah para malaikat …

gambar-awan-mirip-malaikat

ARWAH PARA MALAIKAT
—untuk INtan IRmawati

lima hari lagi, maka suaraku akan jatuh di lelapuk awan.
senja yang menggelepar adzan
kan memburu mataku untuk sepi.
asap dan segala debu dari geram mesin
sesaruk-sesaruk kan menyiakanku dari keramaian
lalu lamat menimpakan tubuhku di hening sunyi.
aku hidup dan saat itu aku mati.
hingga pertengahan hari ketika matahari bercerita
tentang kemenangannya atas dunia,
akar di sukmaku ini masih juga
meresap air yang tak tentu.
aku ingin lurus bercecapung merawat cahaya,
dari lembar-lembar daun dan cecabang pohon,
kan kupeluk semua
dan menimpakan semua jauh pada semua.
ingin kuraut ujung jejari ini
jadi pensil-pensil yang bisa menulis
dan menerjemahkan makna kekosongan.
tapi kekosongan selalu hanya kekosongan,
tanpa titik dan tanda tanya,
tanpa debu dan gesek suara,
tanpa rintik dan detik cahaya,
tanpa angin, tanpa humus,
tanpa sukma.
sukmaku kini tanpa sukma,
hanya arwah para malaikat
yang datang bersamaan di ujung magribh,
menyisakan kecup Tuhan di kening Adam,
menyiakan rapuh doaku
untukmu.

Oktober, 2004




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

July 2017
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Jumlah KorbaN

  • 62,440 jiwa