17
Nov
09

Mengapa Banyak Sinetron di Televisi …

MENGAPA BANYAK SINETRON DI TELEVISI

Kita sudah muak dengan sinetron-sinetron di televisi yang melulu menghadirkan konflik yang sama. Tentang si baik yang diakali si jahat. Tentang si jahat yang tak pernah jera berkonspirasi. Kita sudah muak dengan adegan yang begitu-begitu saja. Tentang si A yang bapaknya orang kaya. Tentang si B yang menjadi direktur suatu perusahaan tapi tak pernah sekalipun terlihat mengurusi pekerjaannya. Kita sudah muak dengan semua keganjilan itu. Tapi sinetron semakin banyak saja. Lama-lama kita jadi tak punya tontonan lain selain sinetron.

Kita selalu bilang kepada anak-anak kita kalau sinetron itu tontonan yang bodoh. Realita disuguhkan berlebihan. Konflik sederhana didramatisir dan diperpanjang. Bahkan ada juga yang tampaknya tak akan pernah selesai. Setelah habis episode ini, muncul lagi episode baru tapi dengan tema yang sama. Di mana letak kreatifitas? Sesekali ada musik. Sesekali ada animasi yang dipaksakan. Bukan itu yang ingin kita nikmati setelah seharian disibukkan kerja. Tapi kita seperti tak punya tontonan lain. Dan anak-anak kita, dan istr kita, sudah terlanjur mencintai konflik dan persengketaan.

Kita sudah kehilangan banyak waktu untuk berita, untuk film dokumenter, untuk kuis, untuk diskusi-diskusi, untuk talk show, karena televisi sudah jadi milik mereka yang menyukai sinetron. Kita sudah berulang kali bilang kepada mereka bahwa sinetron tak lebih baik dari gossip-gossip selebriti. Dan mereka sudah tahu itu sejak lama. Tapi tak bisa melepaskan diri dari rutinitas menggelikan itu. Televisi sudah menjadi iklan yang menawarkan informasi sepotong demi sepotong. Dan besoknya kita terpaksa melihatnya lagi demi sepotong informasi lanjutannya. Dan besok lagi. Dan besoknya pun lagi.

Kita sudah lama ingin sinetron-sinetron diganti jadi acara-acara menarik. Tapi kita tak pernah berhenti menontonnya setiap hari. Karena rumah kita sudah jadi rumah sinetron. Dan kita tak bisa menghindar karena semua anggota keluarga pun menonton. Jika tak ikut nonton, kita akan kehilangan waktu untuk berkumpul dengan keluarga.

Kita sudah muak dengan sinetron-sinetron di televisi. Kita perlu acara baru. Kita perlu film-film dengan tema baru. Kita sudah bosan dengan akting-akting palsu. Tapi kita tak pernah berhenti menontonnya setiap hari.

17 November 2009
12.48 pm
Bogor


0 Responses to “Mengapa Banyak Sinetron di Televisi …”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

November 2009
M T W T F S S
    Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Jumlah KorbaN

  • 61,592 jiwa

%d bloggers like this: