Archive for November, 2009

30
Nov
09

sebuah angkot malam-malam …

SEBUAH ANGKOT MALAM-MALAM

sebuah angkot mengantarku menuju rumah
menyetubuhi jalan-jalan yang telah sepi
aku, masih terkurung dalam kantuk
dan rasa lelah yang menumpuk
pantat ini sudah terlalu lama bekerja
kulit-kulitnya mungkin sudah ingin tertidur dari tadi
tapi aku belum sampai di rumah rinduku
masih jauh dari langit-langit puisiku

16 November 2009
1.24 am
Bogor

Advertisements
30
Nov
09

minggu malam di Puncak …

MINGGU MALAM DI PUNCAK

malam sudah hening
Cianjur kutinggalkan lagi
dengan lembar-lembar puisi
mudah-mudahan minggu depan
aku bisa kembali menjenguk
puisi-puisiku
dan dingin ini biarlah bahagia
untuk satu malam saja

16 November 2009
1.08 am
Bogor

30
Nov
09

trotoar-trotoar ..

TROTOAR-TROTOAR

Cianjur baru saja ditinggalkan hujan
dan aku masih setia mencari diksi baru
di trotoar-trotoar yang basah
perlahan mengumpulkan kembali
rindumu di antara garis-garis cuaca
mengais dingin di sela daun-daun
membekaskan puisi
pada ranting-ranting kota
yang tua

29 November 2009
3.14 pm
Cianjur

23
Nov
09

betapa kekanak-kanakannya gw ….

Tadi siang ada yang akhirnya bikin gw ketawa . ^_^ Tadi tuh gua ke toko buku di Bara mau beli kertas duplex. Yang jadi pelayan tokonya kan cewek semua. Satu orang sibuk di kasir. Sisanya pada berdiri n jalan-jalan. Awalnya gw tanya kertas duplex tuh yang kaya gimana. Terus ditunjukkin deh. Gua ini kan orangnya kalo sama cewek cenderung jutek. Jadi mau tuh cewek senyum-senyum nggak jelas entah kenapa juga, ya gw cuek aza. Lagian belum tentu juga dia tuh senyum gara-gara gw. Habis tanya ini-itu, gw ke depan buat ngambil satu rim A4 80 gsm. Kertas duplex nggak jadi beli.

Setelah nyari di sana-sini ternyata nggak dapet kertas duplex yang warna hitam, akhirnya gw beli hvs A4 hitam aza 10 lembar (Rp 2500,- …. mahal yaa .. T_T) terus balik lagi ke toko tadi. Ke cewek yg jaga di sana gw bilang, “Mbak, kertas duplex yang tadi diambil aza.” Habis itu gw tanya apa ada hvs A4 warna merah. “Ada,” katanya. Terus gw cari sendiri di depan. Eh, ternyata kagak ada. Gimana seh? Gua ke belakang lagi n nanya ke cewek yang beda (yg ini cakep …. ^^) apa ada skotlait merah.
“Nggak ada,” jawabnya.
“Sama sekali?” tanya gw. Dia ngangguk.
“Mau yang stiker, bukan?” tanyanya.
“Yang biasa aza sih,” kata gw sambil ngeliat ke sana kemari (nggak ngeliat dia maksudnya).
“Ini ada di sini,” katanya nunjukkin tempat skotlait.
Pas lagi ngambil sendiri skotlait merah itu gua spontan bilang, “Katanya nggak ada. Gimana sih?” Mungkin dia denger kali yah …. ^^

Pas mau bayar, ternyata kertas duplexnya dua. Gua bilang satu aza terus itu kertas duplex dikembaliin ke belakang. Gua tunggu di depan, tapi kertas duplex itu nggak balik-balik. Eh, ternyata si cewek cakep itu diem aza di belakang sambil main-mainin itu kertas duplex. Cape deh. Gua bayar aza terus gua jalan ke belakang buat ngambil itu kertas duplex yang dikasih si cewek cakep itu. “Makasih ya,” katanya dengan tampang jutek. “Ah,” jawab gw pendek dengan tampak jutek pula. Yang namanya gw githu ya, kalo dijutekin malah jadi makin jutek. Parah deh. Habis keluar dari toko itu gua senyum-senyum sendiri. ^_^

21
Nov
09

puisi lama …

PUISI LAMA

aku akan kembali sebelum shubuh
sebelum adzan mulai mengganggu tidurmu
kau tahu? semalam kutemukan puisi
yang bertahun-tahun ini kucari
puisi ini kubuat untukmu dulu
menjelang siang
sebelum matahari begitu terik
saat kau sedang bersama anak-anakmu
anak-anakku, anak-anak yang kita
cintai dengan bahasa dan kata-kata

cinta
apa itu cinta?
tak pernah jelas kugambarkan cinta
di kedua matamu. sama seperti puisi ini
karena cinta bukanlah garis vertikal-horizontal
yang bisa begitu saja tumpah di buku gambar
karena cinta bukanlah bait-bait cerita
yang sibuk dengan kata-kata

puisi yang kutemukan ini
adalah satu dari cintaku yang tercecer
adalah satu dari rindu yang menggumpal
mengendap, mengeras
menjadi jalan-jalan hati yang baru

15 November 2009
11.44 pm
Bogor

18
Nov
09

Mawar Putih

Cerpen ini bisa dikategorikan cerpen cinta, walaupun sebenarnya tema yang diangkat adalah tentang “pengantin bom bunuh diri”. Di cerpen ini saya mencoba memadukan isu teroris dengan cinta. Si tokoh aku yang disiapkan menjadi pengantin bom suatu hari bertemu dengan seorang wanita yang membeli mawar putih dan jatuh cinta saat itu juga. Bagaimana selanjutnya? Apa si “aku” lebih memilih mati daripada cinta? Atau justru sebaliknya? Download file-nya di sini.

17
Nov
09

Si Kakek Tua Ilyas

Cerpen ini menurut saya cukup menarik. Si Kakek Tua Ilyas dikenal dengan ramalan-ramalannya yang jitu. Bukannya tak pernah meleset, tapi hampir selalu tepat. Suatu si hari si tokoh “aku” diramalkannya akan mati dalam empat hari. Nah, bagaimana reaksi si “aku”? Apa ia akan gelisah? Atau malah acuh tak acuh? Lalu apakah ramalan kematian itu terjadi atau tidak? Baca selengkapnya di sini.




Ore no Genjutsu ….

A place where you can find the words talk to you ...
Blog ini berisi karya-karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, dan hal-hal sepele yang nggak penting .... ^_^. Untuk keterangan lebih lanjut klik menu "home".

Berkas …

Tanggal berapakah sekarang?

November 2009
M T W T F S S
    Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Jumlah KorbaN

  • 62,651 jiwa